Pendidikan Karakter Generasi Emas 2045 (Pembangunan Karakter Nasional Tahun Emas Indonesia) Fathur Rokhman"., M.Hum", Ahmad Syaifudin, Yuliati.,

Semarang State University. Indonesia

 

 

   Pendidikan telah dianggap sebagai center of excellence dalam mempersiapkan karakter manusia yang unggul. Keterbukaan ini mendorong setiap orang untuk siap menghadapi tantangan global. Keyakinan ini pula yang menjadi landasan dasar dunia untuk mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang sangat kuat di segala sektor pada tahun 2045 atau 100 tahun setelah kemerdekaannya. Hal ini didukung oleh pertumbuhan perekonomian Indonesia. Sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-16 di dunia, Indonesia berpotensi menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-7 pada tahun 2030 (Oberman et al., 2012). Dalam konteks ini, pemerintah Indonesia meyakini bahwa mempersiapkan generasi muda adalah satu-satunya cara untuk menjadi bangsa yang kuat di tahun 2045. Pendidikan dianggap sebagai tempat terbaik untuk mempersiapkan agen perubahan bangsa yang akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Lembaga pendidikan tidak lagi hanya sekedar tempat transfer ilmu pengetahuan, namun juga tempat pembentukan sikap, perilaku, karakter, dan kepemimpinan generasi muda. Oleh karena itu, wajar jika mencerminkan beberapa nilai dasar dan karakter bangsa Indonesia dan ditanamkan kepada seluruh generasi muda dalam bentuk pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan.

 

Generasi Emas Indonesia

   Indonesia termasuk negara berkembang yang diprediksi memiliki perkembangan ekonomi cerah. Perkembangan ekonomi Indonesia diprediksi akan mendominasi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025. Indonesia juga diprediksi akan menjadi negara industri besar pada Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pendidikan merupakan media terbaik untuk membangun bangsa menjadi bangsa yang besar di segala sektor. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk membuka pintu akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia mulai dari pendidikan anak atau pendidikan anak usia dini hingga jenjang pendidikan tinggi. Penting juga bahwa pemerintah harus mampu memastikan bahwa segala hal yang mungkin menghalangi masyarakat untuk mengakses pendidikan harus diungkap. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengeluarkan kebijakan untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Beberapa tindakan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk memberikan akses pendidikan kepada semua orang adalah gratis biaya sekolah, tunjangan bagi siswa miskin, beasiswa bagi siswa, pembangunan sekolah. Selain itu, pemerintah Indonesia juga mendirikan Sekolah Menengah Atas Universal sehingga pada tahun 2020 diharapkan 97% penduduk Indonesia memiliki minimal ijazah SMA.

 

PARADIGMA PENDIDIKAN KARAKTER

   Karakter dianggap sebagai bagian dari unsur psiko-sosial yang berkaitan dengan konteks sekitar (Koesoema, 2007: 79). Karakter juga dapat dianggap sebagai unsur perilaku yang menekankan unsur somatopsikis yang dimiliki manusia. Karakter biasanya dilihat dari sudut pandang psikologis. Hal ini berkaitan dengan aspek tingkah laku, sikap, sikap dan sifat-sifat berikut yang membedakan seseorang dengan orang lain atau unsur-unsur tertentu yang dapat menjadikan seseorang lebih unggul dari orang lain. Karakter merupakan bagian dari unsur spesifik manusia yang meliputi kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan kesulitan (Kemko Kesra 2010: 7). Hill mengatakan (2005), “karakter menentukan pikiran pribadi seseorang dan tindakan yang dilakukan seseorang. Karakter yang baik adalah motivasi batin untuk melakukan apa yang benar, sesuai dengan standar perilaku tertinggi dalam setiap situasi”. Karakter berkaitan dengan kinerja seseorang secara keseluruhan dan interaksinya dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian, karakter mencakup nilai-nilai moral, sikap, dan perilaku. Seseorang dinilai mempunyai budi pekerti yang baik dari sikap dan tindakan yang dilakukannya yang mencerminkan watak tertentu. Oleh karena itu, karakter dilihat atau tercermin dari kebiasaan manusia sehari-hari.



 
 

MODEL YANG DIHARAPKAN UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER

Beberapa standar pendidikan karakter yang digunakan untuk mengarahkan pendidikan adalah sebagai berikut;

1. Mengutamakan nilai-nilai etika sebagai landasan pendidikan karakter.

2. Mengidentifikasi karakter secara menyeluruh, meliputi ide, perasaan, dan tindakan.

3. Menggunakan latihan dan pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan dan membangun karakter.

4. Menciptakan lingkungan pendidikan yang peduli.

5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasan dan berperilaku.

6. Mengembangkan kurikulum yang tepat dan mendukung pendidikan karakter.

7. Menumbuhkan motivasi siswa.

8. Berbagi tanggung jawab kepada seluruh warga sekolah demi pendidikan karakter.

9. Membangun kepemimpinan yang baik dalam pendidikan karakter.

10. Membangun kerjasama dan hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat sekitar sekolah.

11. Evaluasi karakter sekolah, akademisi.

 

Referensi :

Procedia – Social and Behavioral Sciencess 141 (2014) 1161 -1165

Fathur Rokhman et al./ Procedia – Social and Behavioral Sciencess 141 (2014) 1161 -1165

Character Education For Golden Generetion

https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.05.197 

 

Komentar